4 Diet yang Populer Tetapi Failed

Banyak orang mendambakan tubuh ideal. Pasalnya, memiliki berat badan ideal mampu membuat kita lebih percaya diri sekaligus nyaman memilih pakaian. Untuk mencapai hal ini, tidak sedikit yang melakukan berbagai macam diet. Artikel ini dibuat oleh tajusa-drumband.com penjual alat marching band dan drumband terlengkap untuk SD, SMP dan SMA maupun umum.

Apalagi ada berbagai diet yang katanya bisa bikin berat badan turun dengan cepat. Namun ternyata tak semua diet yang terkenal itu ampuh menurunkan berat badan. Apa sajakah itu?

Baca informasi selengkapnya seputar :  harga drumband sd lengkap.

Image result for failed diet

1. Diet detoks Prinsip utama diet detoks adalah menyingkirkan sementara jenis makan tertentu dengan tujuan menghilangkan racun yang terbentuk dari lingkungan, pola makan dan gaya hidup. Dilansir dari Huffingtonpost, sebenarnya tubuh sudah dirancang secara alami untuk membersihkan racun maupun bahan kimia yang berpotensi membahayakan tubuh.

Organ-organ tubuh seperti hati, ginjal, paru-paru dan saluran cerna melakukan tugas tersebut dengan baik. Mungkin pada beberapa kasus, diet detoks diterapkan karena organ tubuh yang bertugas menjadi penangkal racun tidak bekerja dengan baik. Jika hal ini terjadi, sebaiknya bertanya pada ahli medis untuk diketahui penanganan yang tepat, dan bukan dengan melakukan diet detoks.

Diet detoks sering kali berbahaya karena sifatnya yang kaku – mengharuskan untuk menghindari berbagai jenis makanan – sehingga diet ini bisa menjadi risiko kesehatan pada anak-anak, remaja, wanita hamil, dan orang tua. Sebagai gantinya, kita bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya nutrisi, membatasi junk food dan makanan olahan, serta minuman manis. Pada intinya jika kita merawat tubuh dengan baik, maka tidak diet detoks tidak dibutuhkan.

2. Diet sangat rendah kalori Mungkin banyak dari kita yang berpikir bahwa dengan menerapkan diet sangat rendah kalori, maka berat badan akan semakin cepat turun. Padahal nyatanya, mengonsumsi kalori yang terlalu sedikit saat melakukan penurunan berat badan adalah sebuah kesalahan. Pasalnya, ketika kita mengurangi asupan kalori, tubuh menangkap “sinyal” sebagai rasa lapar. Akibatnya tubuh mulai memperlambat metabolisme guna menghemat pengeluaran energi.

Saat kalori yang tersedia sudah mulai habis, tubuh akan menghancurkan lemak dan otot untuk digunakan sebagai bahan bakar. Hal ini bisa membahayakan tubuh. Di samping itu, massa otot yang hilang saat melakukan diet juga bisa memperlambat kemampuan tubuh untuk membakar kalori sebab otot membakar lebih banyak kalori dibanding lemak.

Maka itu, para ahli menyatakan bahwa diet sangat rendah kalori termasuk diet yang tidak efektif dalam penurunan berat badan jangka panjang. Kecuali jika kita menambahkan kembali makanan sumber protein dan beberapa karbohidrat sehat untuk mendapatkan tingkat kalori yang tepat.

Sebenarnya sah-sah saja jika ingin mengurangi kalori untuk menurunkan berat badan. Hal ini memang salah satu cara untuk mendapatkan tubuh ideal. Akan tetapi, pastikan kalori yang dikonsumsi tidak terlampau sedikit.

3. Diet dengan mengonsumsi satu atau beberapa makanan saja Ada banyak diet yang menerapkan prinsip ini, salah satunya adalah diet sup. Jenis diet ini bertujuan untuk menurunkan pola makan hanya dengan mengonsumsi satu jenis sup.

Seperti sup jagung, sup ayam, sup kubis, sup wortel, dan lain sebagainya. Namun sebaiknya kita waspada dengan iming-iming berat badan akan cepat turun hanya dengan makanan satu atau beberapa jenis makanan saja. Dilansir dari laman Web MD, setiap orang perlu makan dari berbagai sumber makanan untuk mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Pasalnya, semakin bervariasi makanan, akan semakin banyak zat gizi yang didapatkan.

David Katz, MD penulis buku The Flavour Point Diet dari Yale University, berpendapat bahwa diet jenis ini hanya bekerja pada masa-masa awal saja tapi tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Misalnya, kita hanya mengonsumsi sup jagung. Biasanya kita hanya akan bersemangat melakukan pola makan ini pada awal-awal diet saja. Tak lama kemudian kita mulai merasa bosan makan makanan yang sama setiap hari. Akibatnya kita akan kembali ke perilaku makan sebelum melakukan diet.

4. Diet sangat rendah lemak Jika dilihat sekilas, seharusnya diet sangat rendah lemak bisa efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Namun ternyata beberapa penelitian terakhir menyatakan bahwa diet ini termasuk diet yang tidak efektif.

Pasalnya diet ini menyebabkan seseorang menurunkan lemak hewani dan terjadinya peningkatan asupan minyak sayur dimana terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa asupan minyak sayur dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Padahal lemak adalah salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh, jadi tetap harus ada di dalam menu makan tiap harinya. Memang benar membatasi makanan berlemak bisa bantu turunkan berat badan dan dapatkan tubuh ideal. Namun jangan sampai tidak mengonsumsinya sama sekali. Alih-alih menghindarinya, kita bisa memilih jenis lemak pada makanan. Pilihlah lemak yang baik, seperti lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3, seperti yang terkandung dalam alpukat, kacang-kacangan, dan ikan.