5 Hal Yang Menjadi Penyebab Ditundanya Imunisasi Bayi

Salah satu cara terbaik untuk memastikan bayi tetap sehat dan terlindungi dari berbagai serangan virus penyakit adalah imunisasi. Tetapi terkadang adanya orang tua yang merasa khawatir pada saat anaknya akan diimunisasi. Mereka akan bertanya tanya apakah vaksin yang diberikan kepada buah hatinya itu aman atau tidak pada saat sang bayi sedang pilek, alergi, dan mengalami kondisi medis lainnya. Tetapi kenyataannya hampir seluruh imunisasi yang ada aman bagi kebanyakan bayi. Tetapi pada saat adanya orang tua yang menunda imunisasi bayi, maka kemungkinannya adanya beberapa alasan yang masuk akal kenapa orang tua tersebut menunda bayinya diimunisasi.

Berikut 5 hal yang menjadi penyebab ditundanya imunisasi pada bayi diantaranya yaitu :

  • Bayi Mengalami Reaksi Parah Terhadap Vaksin Yang Sebelumnya

Faktor utama yang menyebabkan orang tua menunda bayinya divaksin adalah karena mengalami reaksi parah terhadap vaksin yang sebelumnya. Menurut seorang dokter dikatakan jika hampir tidak pernah terjadinya reaksi reaksi alergi tetapi yang muncul bisa berupa gatal gatal, kesulitan bernapas, ataupun tekanan darah menurun. Terjadinya reaksi serius yang lainnya bisa berupa demam tinggi, sakit kepala, dan kebingungan.

  • Bayi Demam Tinggi

Jika si kecil menderita demam diatas 38,6 derajat celcius maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter, apakah imunisasi harus ditunda atau tidak. Tetapi biasanya kebanyakan dokter akan menyarankan untuk menunda imunisasi pada saat bayi demam tinggi, tetapi yang perlu diingat adalah untuk menjadwal ulang.

  • Bayi Mengalami Asma

Orang tua yang memiliki bayi dengan asma ataupun mengalami gangguan kondisi paru paru lainnya harus menjadi yang terdepan untuk bisa mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya. Pasalnya mereka dengan gangguan kesulitan bernapas akan mendapat masalah besar pada saat menderita flu. Tetapi yang perlu diingat adalah harus dihindarinya jenis vaksin flu nasal atau vaksin yang disemprotkan, karena didalam vaksin tersebut adanya virus hidup. Sebaiknya menggunakan vaksin suntik yang mengandung virus mati. Penggunaan vaksin semprot dapat menyebabkan serangan asma.

  • Steroid Dosis Tinggi

Jika si kecil menggunakan kortikosteroid dosis tinggi atau yang akan mematikan reaksi kekebalan terlalu aktif, maka harus dihindarinya pemberian vaksin virus hidup seperti vaksin flu nasal, rotavirus, MMR, varisela atau cacar air, dan zoster atau herpes, hingga beberapa minggu setelah si kecil berhenti menggunakan steroid. Menurut seorang dokter biasanya steroid dosis tinggi ini akan diminum untuk jangka waktu yang relatif singkat untuk mengobati asma ataupun kondisi medis yang lainnya. Penggunaan obat tersebut akan menyebabkan menurunnya aktivitas aktivitas sel sel imun yang berfungsi untuk melawan infeksi virus. Tetapi tidak akan menjadi masalah didalam imunisasi jika steroid yang dihirup berdosis rendah.

  • Rendahnya Kekebalan Tubuh Bayi Atau Kemoterapi

Bayi yang sistem kekebalan tubuhnya rendah karena kemoterapi ataupun bayi yang menerima pengobatan imunosupresif untuk penyakit autoimun seperti peradangan usus atau rheumatoid arthritis atau RA, harus menghindari vaksin yang mengandung virus hidup. Meskipun membunuh tetapi akan tetap amannya virus vaksin dan akan diperlukan untuk melindungi bayi yang memiliki kondisi seperti itu.

Selain itu masih ada penyebab lainnya seperti di rumah adanya orang yang sakit. Menurut seorang dokter adanya beberapa jenis vaksin hidup yang tidak perlu diberikan kepada bayi yang tinggal dengan orang yang lemah sistem kekebalan tubuhnya.