6 Langkah Untuk Memahami Polis Asuransi

 

Sayangnya, setelah melakukan pembelian asurasi biasanya kita abai pada polis asuransi. Yang urgen kita tahu deviden kita bisa dari asuransi, teknik klaim, dan besarnya premi yang mesti dibayarkan. Padahal menyimak polis asuransi tidak kalah pentingnya. Banyak nasabah asuransi merasa terpedaya atau dipersulit saat mengklaim asuransi. Padahal andai ditilik lebih lanjut, urusan ini terjadi sebab kesalahpahaman yang timbul dampak kurang seksama memahami polis asuransi yang dibeli.

Memang buku asuransi yang tebal, huruf-hurufnya yang kecil belum lagi bahasa hukum yang njlimet dan panjang menciptakan kita malas menyimak kalimat per kalimat. Namun harusnya bukan alasan, sebab polis asuransi adalah penjabaran lebih rinci dari produk asuransi yang anda beli. Di dalamnya mengandung informasi dan kesepakatan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis yang lazimnya berbentuk perjanjian sepihak. Karena butir-butir kesepakatan sudah ditentukan secara sepihak oleh perusahaan asuransi.

  1. Cari dan Lihat Lembar Pernyataan pada Polis Asuransi

Bagian terpenting yang mesti diacuhkan saat anda menerima polis asuransi yakni ikhtisar atau eksemplar pernyataan yang terdiri atas 3 – 5 eksemplar atau lebih, yang berisikan antara lain:

  • Nama Tertanggung
  • Nama Pemegang Polis
  • Nama penerima guna dan besaran persentase pembagiannya
  • Alamat Tertanggung
  • Uang Pertanggungan
  • Lingkup jaminan
  • Fasilitas ekstra dalam format rider, clause dan warranty
  • Periode Asuransi
  • Potongan ongkos yang dikenakan (Untuk Asuransi dengan investasi)
  • Nilai premi yang mesti dibayar
  • Tanggal keluar polis
  • Tanda tangan penanggung

Data yang ada dalam ikhtisar polis dipungut dari surat permohonan asuransi yang kita isi. Saat menerima polis asuransi tersebut cek dengan teliti apakah ikhtisar polis telah ditulis cocok dengan data yang anda berikan dan penawaran yang anda terima.

  1. Polis Asuransi Harus Dibaca Definisinya

Kebanyakan polis mempunyai halaman glosari berisi pengertian istilah-istilah asuransi yang hadir di dalam polis. Hal ini dilakukan supaya kita dapat mengerti faedah dan istilah asuransi yang terkesan sulit dimengerti. Jika merasa tidak cukup jelas, Anda dapat menghubungi layanan pelanggan yang dipunyai perusahaan penyedia asuransi.

  1. Perhatikan Konteks Pengecualian Dalam Polis Asuransi

Di masing-masing polis terdapat susunan yang mengandung hal-hal yang tidak tergolong dalam rencana perlindungan Anda. Inilah yang dinamakan dengan pengecualian. Misalnya peristiwa kecelakaan dampak sesuatu yang di luar tanggungan laksana olahraga ekstrem, bunuh diri atau andai Anda melukai diri sendiri atau melanggar hukum. Terlepas dari itu, kini sejumlah perusahaan asuransi secara kompetitif berjuang meminimalisirkan konteks pengecualian.

  1. Masa Tenggang Polis Asuransi Harus Digunakan dengan Baik

Seperti yang sudah diterangkan kepada nasabah sebelumnya, bila ternyata pada unsur ikhtisar polis ada ketidaksesuaian data atau penawaran, maka anda mempunyai waktu (antara 7 hingga 14 hari terhitung semenjak tanggal keluar polis) sebagai hak mempelajari polis atau cooling-off period. Ketentuan tentang Cooling Off Period ini pun tertuang dalam polis. Di dalam jangka waktu tersebut polis dapat dibatalkan tanpa denda apapun dan duit yang sudah Anda setor dapat kembali utuh.

Jika pembatalan polis asuransi dilaksanakan setelah cooling-off period berakhir, Anda mesti menerima konsekuensi yang telah tertulis pada klausa dalam polis asuransi, layaknyaa pengenaan ongkos pembatalan. Jadi pastikan kita menerima polis dalam tenggang masa-masa ini.

  1. Cek Kembali Ketentuan Polis Asuransi

Coba perhatikan peraturan polis Anda, salah satunya persyaratan atas perlindungan terhadap pihak Tertanggung, yakni Anda. Apakah situasi Anda ketika ini cocok dengan aturan polis asuransi yang dibeli? Bagaimana dengan kelengkapan rincian data individu Anda? Apakah seluruh data dibalas dengan jujur dan bisa dipertanggungjawabkan? Hal ini dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa anda sedang hidup dalam situasi kesehatan tertentu dengan yang telah diterangkan di dalam polis.

Tentu saja ini penting sebab dapat mempengaruhi hal kelancaran a mengklaim pertanggungan. Jangan hingga Anda atau pihak penerima guna tidak dapat mengklaim asuransi sebab ada data-data yang tidak cocok dengan peraturan polis.

  1. Polis Asuransi Bersifat Final dan Mengikat

Untuk menghindari kekeliruan bersangkutan isi polis asuransi khususnya pada unsur lingkup jaminan, perlindungan asuransi, kemudahan tambahan, periode asuransi dan potongan biaya, usahakan kita berkonsultasi dan bernegosiasi dengan staf pemasar asuransi kita sebelum proses formalitas asuransi berjalan. Mintalah misal polis yang terbaru, pelajari dan tanyakan istilah-istilah yang tidak kita mengerti, bandingkan dengan informasi yang dapat Anda cari lewat internet, dan sesuaikan dengan tujuan Anda mempunyai asuransi.

Karena sifatnya yang final dan mengikat, pastikan perlindungan dalam polis cocok dengan keperluan Anda, bahkan sebenarnya anda pun dapat ‘mendesainnya’. kita juga dapat meminta copy polis asuransi guna dipelajari. Tidak butuh segan meminta keterangan dari pihak asuransi tentang setiap poin dalam polis asuransi.