Simak Alasan Mengapa Pengajuan Kartu Kredit Ditolak Berikut Ini

Mengajukan kartu kredit memang mudah, apalagi sekarang kita bisa melakukannya secara online. Namun, mendapat persetujuannya itu yang sulit. Tidak jarang ada orang yang pengajuan kartu kredit miliknya ditolak sampai beberapa kali. Dari pihak bank bahkan kadang kala tidak memberitahu secara pasti apa alasan penolakannya. Ketentuan yang berlaku di bank tidak akan dapat diganggu gugat. Secara umum, berikut beberapa alasan yang jadi penyebab bank menolak aplikasi kartu kredit nasabah.

 

Ternyata Ini Sebabnya Pengajuan Kartu Kredit Nasabah Kerap Ditolak

Simak Alasan Mengapa Pengajuan Kartu Kredit Ditolak Berikut Ini

  1. Penghasilan Tidak Sesuai

Kartu kredit akan dibuat dalam beragam jenis pilihan yang limitnya berbeda satu sama lain. Hal ini ditujukan sesuai kebutuhan dari calon pemegang kartu serta disesuaikan jumlah penghasilan yang dimiliki. Rata-rata penghasilan minimal yang ditetapkan bank ialah Rp3 juta. Nilai ini akan berbeda di tiap bank. Jika penghasilan kita ternyata di bawah Rp3 juta, maka bank akan menolak aplikasi. Bank wajib untuk memperhatikan kemampuan finansial dari tiap calon nasabahnya supaya tidak ada kejadian kredit macet. Makin besar penghasilan maka peluang kartu kredit disetujui juga akan lebih besar dan limit yang diberikan akan lebih tinggi.

 

  1. Riwayat Kredit Buruk

Jika kita memiliki tunggakan pembayaran, maka besar kemungkinan bank akan mengolah pengajuan kartu kredit yang dilakukan. Ini karena salah satu pertimbangan bank dalam menyetujui aplikasi kartu kredit ialah rekam jejak kredit seperti cicilan KTA, kredit kendaraan dan lain-lain. Bank akan memeriksa sjearah kredit dan jika ditemukan adanya tunggakan, maka kartu kredit akan ditolak. Untuk itu, beberapa bulan sebelum mengajukan kartu kredit, sebaiknya kita mulai disiplinkan diri sendiri dalam membayar tagihan sesuai jatuh tempo.

 

  1. Formulir dan Dokumen Tidak Lengkap

Pengisian data di formulir aplikasi haruslah lengkap. Jika tidak, maka pengajuan akan dapat ditolak. Demikian pula dengan dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan. Supaya prosesnya cepat, maka serahkan semua persyaratan dokumen secara lengkap dan fotokopi dengan jelas. Apabila ada dokumen yang tidak dapat terbaca karena buram, maka dokumen tersebut akan dianggap tidak sah. Pengiriman dokumen melalui email sebaiknya dilakukan dulu ke alamat email pribadi agar kita bisa pastikan penerimanya bisa mengunduh dokumen.

 

  1. Gagal Melakukan Verifikasi

Formulir yang dilengkapi dalam mengajukan kartu kredit haruslah berisi data nomor telepon pribadi, kantor, rumah hingga keluarga dekat yang dapat dihubungi. Banyak calon nasabah yang menganggapnya enteng sehingga memasukkan nomornya secara asal. Asumsinya adalah nomor tidak akan dicek pihak bank. Padahal, banyak kasus penolakan yang berawal dari gagalnya pihak bank menghubungi nomor yang diberikan sehingga terdaftar sebagai HTC (Hard to Contact). Usahakan untuk memberi nomor valid yang siap menjawab telepon.

 

  1. Sering Berpindah Kerja

Jika kita termasuk sering berpindah-pindah kerja, maka pihak bank akan mempertimbangkan lagi pengajuan pembuatan kartu kredit. Bank menganggap kita sebagai orang yang kurang atau bahkan tidak loyal. Pertahankan status karyawan selama setidaknya setahun agar bank akan semakin mudah dalam melakukan verifikasi data serta menyetujui aplikasi.

Jika pengajuan kartu kredit ditolak, kita masih bisa mengajukan kembali di lain waktu. Jadi, tidak perlu berkecil hati. Hanya saja, pihak bank akan memberi jangka waktu untuk pengajuan kembali. Biasaya, waktu yang diberikan ialah sekitar enam bulan. Setelah rentang waktu itu, pihak bank akan memperbarui data-data aplikasi pengajuan yang sempat ditolak. Sebaiknya kita bersabar menunggu hingga enam bulan lagi sembari memperbaiki apa saja yang membuat pengajuan sebelumnya ditolak.