Tata Cara Penguburan Jenazah Yang Sesuai Dengan Ketentuan

Berikut ini adalah tata langkah penguburan jenazah sesuai dengan ketentuan Rasulullah yang didalam pelaksanaannya tersedia beberapa hal yang wajib diperhatikan:

Tetapi jika anda membutuhkan tempat pemandian jenazah, kami siap membantu anda. segera saja kunjungi http://pemandianjenazah.net

Tahapan-tahapan
1. Liang kubur hendaknya dibuat yang dalam, terhadap tanah yang kuat, sehingga tidak sampai tercium bau jasadnya, aman berasal dari masalah hewan pemakan bankai/binatang buas dan longsor atau tergusur oleh aliran air.

2. Liang kubur mampu bersifat lahad yakni liang yang dibuat khusus di dasar kubur terhadap arah kiblat (pinggir) untuk letakkan jenazah, atau syiq yakni liang yang dibuat khusus di dasar kubur terhadap bagian tengahnya.


4. Seyogyanya dikuburkan di kuburan khusus kaum Muslim yang terdekat, kalau dalam suasana darurat
5. Jangan mengubur jenazah terhadap 3 (tiga) waktu:
6. Ketika terbit matahari sampai naik
7. Ketika matahari di tengah-tengah
8. Ketika matahari hampir terbenam sampai betul-berul terbenam.
9. Penutup lubang kubur wajib kuat dengan memanfaatkan kayu, bambu atau batu sebagai penyangga sehingga tidak mudah longsor ke bawah
Usungan keranda jenazah hendaklah tertutup rapat dan sederhana.
Membawa (Mengusung) jenazah
10.Jenazah dibawa (diusung) ke kuburan dengan diiringi oleh sanak kerabat dan handai tolan
11. Dalam mengiringi jenazah hendaklah menyatakan sikap berkabung dan jangan bersenda gurau, tidak bersuara, juga berdzikir maupun membaca Al-Qur’an
12.Pengiring jenazah yang terjadi kaki berada di lebih kurang jenazah, sedang yang berkendaraan berada di belakang
13.Orang yang memandang iringan jenazah hendaklah menghargai dengan berdiri tegak, bagi yang berkendaraan atau terjadi hendaklah berhenti, sampai jenazah lewat
14. Para pengiring jenazah jangan duduk lebih dahulu sebelum akan jenazah diturunkan berasal dari pundak pembawanya
15. Pengiring jenazah kalau memasuki kuburan hendaklah mengucapkan salam dan melewatkan alas kaki.

Adapun bacaan salam kala memasuki kuburan adalah:
– membaca do’a
السلام عليكم دار قوم مؤمنين وانا انشاء الله بكم لاحقون. اللهم لاتخرمنا اجرهم ولا تفتنا بعدهم

“ASSALA-MU ‘ALAIKUM DA-RA QOUMIN MU’MINI-NA WA INN A ISSYA- ALLO-HU LA-KHIQU-N. ALLOHUMMA LA-TAKHRIMNA-AJROHUM WALA TAFTINNA-BADAHUM”.

“Semoga kedamaian tercurah kepadamu, wahai perumahan orang-orang yang Mukmin. Dan insya Allah, kita akan menyusul kamu sekalian. Ya Allah, janganlah Engkau jauhi kita berasal dari pahala mereka dan janganlah Engkau timbulkan fitnah kepada kami, sepeninggal mereka”.
Atau membaca
السلام عليكم اهل الديار من المؤمنين والمسلمين وانا ان شاء الله بكم لحقون. نسئلوا الله لنا ولكم العاقبة

“ASSALA-MU ‘ALAIKUM AHLAD DIYARI MINAL MU’MINI-NA WAL MUSLIMIN, WA INNA- INSYA- ALLO-HU BIKUM LA-KHIQU-N. NAS ALULLO-HA LANA WA LAKUMUL ‘AFIYAH”

“Semoga kedamaian tercurah kepadamu penghuni perumahan berasal dari orang-orang mukmin dan orang-orang muslim. Dan kita akan menyusul, insya Allah. Kami memohon kepada Allah ‘afiyah (kebaikan) bagi kita dan bagi kamu”.
Atau membaca
السلام عليكم دار قوم مؤمنين واتاكم ماتدعون غدا مؤجلون وانا ان شاء الله بكم لحقون. اللهم اغفر لأهل ….

“ASSALA-MU ‘ALAIKUM DA-RA QOUMIN MU’MINI-N, WA ATA-KUM MA TU-‘ADU-NA GHODAN MUAJJALU-N, WAINNA-INSYAALLO-HU BIKUM LA-KHIQU-N. ALLO-HUMMAGHFIR LIAHLI…. (sebutnamanya).

“Semoga kedamaian tercurah kepadamu, wahai penghuni perumahan orang-orang Mukmin. Dan semoga kamu segera mendapatkan apa yang sudah dijanjikan kepadamu. Dan insya Allah kita akan menyusul kamu. Ya Allah, berilah ampunan kepada penghuni kuburan (makam) (sebut namanya)”.
Kaum wanita, kendati keluarga dekat, sebaiknya tidak turut ke kuburan didalam proses penguburan.

Cara Mengubur Jenazah
Dua atau tiga orang berasal dari keluarga rerdekat jenazah dan diutamakan yang tidak junub terhadap malam hari >ebelumnya, masuk ke didalam Hang kubur dengan berdiri untuk terima jenazah
Jenazah dimasukkan berasal dari arah kaki kubur dengan mendahulukan kepala, sambil membaca:
بسم الله وعلي ملة رسول الله

“BISMILLA-HI WA ‘ALA- MILLATI RASUULILLA-H”.

“Dengan nama Allah dan afas agama Rasulullah”
Khusus kala memasukkan jenazah perempuan hendaklah dibentangkan kain di atas liang kuburnya
Miringkan jenazah ke sisi kanan, menghadap kiblat
Adapun melewatkan tali-talinya dan terhubung kain yang menutupi pipi dan jari-jari kakinya sehingga menempel ke tanah, dan juga memasang bantalan (gelu; Jawa) tidak tersedia tuntunan berasal dari Nabi saw
Menutup dengan papan, bambu, atau batu lempeng, dengan memberi rongga secukupnya
Menimbun liang kubur itu dengan tanah dan boleh ditinggikan kurang lebih satu jengkal
Memasang tanda dengan sebuah batu, kayu atau bambu terhadap arah kepala saja tanpa diberi identitas apapun
Bagi pengiring jenazah dan yang memandang penguburannya seyogyanya menaburkan tanah ke atas kuburannya tiga kali
Bagi pengiring jenazah yang tiba di kuburan kala kubur belum selesai digali hendaklah duduk menghadap kiblat dan jangan duduk di atas kuburan
Memintakan ampunan dan keteguhan didalam jawaban bagi ienazah dan mendoakannya sambil berdiri.

Dan pastinya anda akan sangat membutuhkan keranda jenazah untuk membawa jenazah kepemakaman, dan jika anda bingung dan butuh bantuan untuk memdapatkan keranda jenazah, segera saja kunjungi http://pemandianjenazah.net/kain-penutup-keranda-jenazah
LARANGAN YANG BERKAITAN DENGAN KUBURAN:

1. Meninggikan timbunan kuburan lebih berasal dari satu jengkal berasal dari atas permukaan tanah
2. Menembok kuburan sehingga menjadi bangunan
3. Menulisi kuburan dengan bermacam tulisan, seperti nama keluarga, dan lain-lain
4. Duduk di atas kuburan
5. Menjadikan kuburan sebagai bangunan masjid
6. Berjalan di pada kubur dengan memakai alas kaki
7. Semua hal, kegiatan, yang menjurus ke arah syirik dan takhayul, seperti: berwasilah kepada orang yang sudah mati, menghendaki restu kepada orang yang sudah mati
Perempuan yang selalu/sering berziarah kubur.