Jasa SEO Jakarta Terbaik – Di berbagai artikel yang membahas tips SEO, pasti internal link akan muncul di sana. Tak heran karena ia adalah aspek tak terpisahkan dari praktik SEO.

Namun, bagi yang baru memiliki website, istilah ini akan menimbulkan banyak tanda tanya di kepala. Inilah kenapa Anda memutuskan untuk memasukkan kata “internal link” di Google dan mengklik artikel ini, kan?

Yup, Anda sudah datang ke tempat yang tepat. Di artikel ini, semua pertanyaan Anda terkait internal link akan terjawab. Kami akan membahas dengan tuntas dari A-Z sehingga Anda tak hanya tau artinya, tapi juga cara mengoptimasinya untuk SEO.

Nah, ada beberapa langkah khusus yang harus Anda lakukan supaya bisa mendapatkan manfaat penuh dari internal link ini, yakni:

  • Buat konten yang banyak
  • Memasukkan kata kunci di anchor text
  • Link ke halaman yang relevan
  • Hindari anchor text yang sama ke dua halaman berbeda
  • Gunakan link dofollow
  • Link ke halaman penting di website
  • Jangan terlalu banyak memasang internal link

Oh ya, seperti yang kami singgung di atas, internal link merupakan bagian kecil dari teknik SEO secara keseluruhan. Jadi, sebelum menerapkan cara-cara di atas, pastikan Anda untuk mempelajari apa itu SEO terlebih dahulu.

Apa Itu Internal Link?

Seperti namanya, internal link adalah link dari satu halaman ke halaman lainnya dalam satu website yang sama. Contohnya begini:

Pada artikel Panduan Lengkap Memaksimalkan Image SEO untuk Website, langkah keempat adalah mengkompres gambar. Namun, alih-alih menuliskan cara kompres gambar di poin tersebut, kami memasukkan link menuju artikel terpisah yang membahas cara kompres gambar dengan lengkap. Nah, link itulah yang dinamakan internal link.

Langkah Optimasi Internal Link di Website

Berikut adalah tujuh langkah untuk mengoptimalkan internal link di website Anda supaya SEO bisa maksimal.

1. Buat Konten yang Banyak dan Saling Berhubungan

Bisa dikatakan langkah pertama ini adalah langkah terpenting. Jika Anda tidak memiliki konten, berarti tak ada internal link yang bisa dipasang. Dengan kata lain, semakin banyak konten Anda, semakin banyak pula link yang bisa dimasukkan.

Namun, jangan asal-asalan dalam membuat konten, ya! Buatlah konten yang masih saling berhubungan atau satu topik sehingga bisa dipasang internal link. Misalnya, Anda membuat konten yang membahas tips merawat kucing. Nah, kan tidak pas kalau di dalamnya dipasang link ke artikel “7+ Teknik Mengecat Tembok yang Baik dan Benar.”

2. Memasukan Kata Kunci di Anchor Text

Anda pasti sudah tak asing lagi dengan anchor text ini. Anchor text adalah potongan teks berisi link yang dapat diklik. Ia berbeda dari teks biasa dan umumnya berwarna biru.

Saat Anda menggunakan anchor text untuk internal link jangan lupa untuk memasukkan kata kunci (keyword) mengenai halaman yang ingin dituju. Dengan kata lain, hindari anchor text seperti “klik di sini,” atau “halaman ini” untuk internal link Anda.

3. Link ke Halaman yang Relevan

Pasanglah internal link saat Anda merasa bahwa halaman lainnya juga relevan ke halaman tersebut. Sebab, jika tidak ada hubungannya, kemungkinan link tersebut di klik pengunjung akan sangat kecil dan anda bisa memanfaatkan jasa seo indonesia optimaise.com.