Mobile Banking – Kegiatan transfer uang merupakan salah satu kegiatan perbankan yang pastinya cukup sering Anda lakukan. Transfer adalah layanan jasa perbankan dalam memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer.

Transfer uang kini menjadi lebih mudah karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk antri di customer service bank dan mengisi formulir transfer.

Selain itu, transfer atau pengiriman uang tidak hanya bisa dilakukan antar rekening di bank yang sama, melainkan juga antar rekening bank yang berbeda. Tentunya, transfer uang antar bank dikenai biaya yang administrasi, yang besarnya bervariasi tergantung kebijakan bank masing-masing.

Jenis Layanan Transfer Uang

Umumnya, transfer antar bank dilakukan melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan bisa dilakukan jika bank-bank yang terlibat ikut bekerjasama dan masuk dalam jaringan ATM Bersama atau jaringan ATM Prima.

Sebagai informasi, jaringan ATM bersama beranggotakan 82 bank, di antaranya BNI, BRI, Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank Panin, Bank Permata, dan Bank Danamon. Sementara jaringan ATM Prima beranggotakan 57 bank, di antaranya BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, dan CIMB Niaga.

Selain melalui ATM, transfer uang juga dapat dilakukan melalui internet Banking, SMS/mobile banking, dan rekening ponsel.

Ada tiga jenis mekanisme transfer antar bank yang perlu dipahami. Berikut ulasan dan updatenya.

  • Sistem RTGS (Real Time Gross Settlement)

RTGS ialah sistem transfer elektronik antar bank yang terhubung dengan sistem RTGS milik Bank Indonesia (BI).

Aturan RTGS  tertuang di Surat Edaran BI  No.16/18/DPSP, dimana sejak tanggal 15 Desember 2014, transfer via RTGS  hanya bisa dilakukan jika dana minimum senilai Rp100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).

Tujuan awal dari diperkenalkannya RTGS mulai tahun 2000 memang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi transaksi dalam jumlah besar karena mesin RTGS merupakan investasi yang mahal.

Biaya transfer antar bank sistem RTGS  ialah Rp25.000,- hingga Rp50.000,-. Proses yang diperlukan umumnya sekitar 4 jam, tetapi apabila transfer dilakukan diatas pukul 15.00, transfer akan sampai ke rekening tujuan keesokan harinya. Selain itu terkadang ada juga delay transfer yang biasanya dilakukan di akhir bulan (tanggal 30 atau 31) hal ini dikarenakan adanya proses tutup buku.

  • Sistem Kliring (SKNBI)

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) merupakan sistem pembayaran yang memungkinkan transfer dana secara elektronik dengan cepat dan aman.

Update terbaru per 1 September 2019, biaya transfer antar bank dengan sistem kliring SKNBI dikenai biaya Rp3.500,- dari sebelumnya Rp5.000 per transaksi.

Waktu kliring: BI  mengatur jam operasional kliring debet bisa diselesaikan pada hari yang sama, kecuali wilayah Jakarta dan Surabaya, yang dilakukan pada keesokan hari atau H+1.

Sementara, untuk kliring kredit dimulai pukul 08.15 WIB sampai dengan 15.30 WIB. Kliring bisa dilakukan selama 9 kali atau setiap jam di hari kerja.

Semisal, transfer dana di bawah Rp100 juta dengan sistem SKNBI yang dilakukan di atas waktu operasional bank (diatas pukul 16.00), maka uang yang ditransfer baru akan sampai di rekening tujuan keesokan harinya.

Transfer SKNI ini cocok digunakan untuk transfer uang dengan nilai yang lebih besar dari transfer online tetapi tidak boleh lebih dari Rp500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) per transaksi, hal ini juga tergantung kebijakan tiap bank.

Proses transfer via sistem kliring ini memakan waktu 2-3 hari kerja. Namun transfer uang bisa juga diterima di hari yang sama dengan catatan tidak melewati pukul 16.00.

  • Sistem Real Time Online (RTO)

Transfer online real time ini banyak digemari karena praktis, dan cocok bagi yang buru-buru transfer. Transfer online bisa dilakukan melalui ATM, internet dan mobile banking, SMS banking

Dan, bagi Anda yang ingin buka rekening online bisa langsung disini ya!