BBC mengakui bahwa satu tempat didalam seri Human Planet, perihal tidak benar satu suku di Papua, Indonesiatidak akurat.

Dalam episode yang ditayangkan th. 2011 lalu, para warga suku Korowai diperlihatkan ubah ke sebuah tempat tinggal di atas pohon sebagai tempat tinggal mereka.

Namun ketika mampir sebuah kru untuk program yang lain yang termasuk mendambakan mengambil gambarnya, suku itu menyatakan bahwa tempat tinggal di atas pohon yang dulu itu adalah rekayasa yang ‘dibuat untuk siaran itu’.

BBC menyatakan praktek tersebut ‘melanggar standar redaksional’ dan mereka telah melakukan perbaikan arahan redaksionalnya.

Tuntutan masyarakat adat Papua didalam negosiasi Freeport
Lahan hutan desa di Papua Barat diserahkan kepada masyarakat
Mahasiswi Papua ‘yang bangga’ pamerkan cendrawasih, dilaporkan ke pihak berwajib
Kesalahan ditemukan ketika sebuah tim tengah menyiapkan seri mendatang untuk saluran TV BBC Two, My Year With The Tribe.

BBC menyatakan bahwa seorang bagian suku rumah minimalis menyatakan kepada pembawa acara Will Millard bahwa tempat tinggal di atas pohon yang tinggi itu dibuat sementara itu ‘untuk keperluan pembuat film’ semata.

Maka didalam program barunya, Millard menyebutkan kepada pemirsa: “Ini bukan tempat mereka tinggal, ini semuanya buatan.”

Sementara juru bicara BBC mengatakan: “BBC telah mengupas satu bagian dari Human Planet yang menghadirkan perihal itu (rumah pohon) dan mendapatkan penggambaran suku yang ubah ke tempat tinggal di atas pohon sebagai tempat tinggal sesungguhnya adalah tidak akurat.”

“Sejak siaran ditayangkan th. 2011, kita telah tingkatkan pelatihan harus bagi seluruh staf perihal arahan redaksional, standar, dan nilai-nilai kami.”
Rumah pohon dulu cuma dikenal sebagai tempat tinggal mainan tempat anak-anak menghabiskan sementara dengan saudara atau teman-temannya. Kini tempat tinggal pohon tambah populer di kalangan orang dewasa. Rumah pohon bukan lagi sebagai tempat bermain namun tempat tinggal yang sesungguhnya, lengkap dengan dapur kamar tidur serta kamar mandi dan toiletnya.

Di Amerika, popularitas tempat tinggal pohon rumah unik termasuk tambah meningkat. Bahkan, {beberapa|sebagian|lebih dari satu} hotel – termasuk kelas bed and breakfast — dibangun di atas pohon. Di Amerika termasuk ada program televisi populer di jaringan Animal Planet yang berjudul Treehouse Masters.

Dustin Feider, pendiri O2 Treehouse, perusahaan Amerika yang membantu merancang rumah-rumah pohon di beraneka penjuru dunia, mengatakan, tempat tinggal pohon tambah diminati karena munculnya permohonan yang tinggi bakal tempat tinggal yang ramah lingkungan dan menyatu dengan alam.

Feider sendiri mengatakan, seperti dirinya, banyak termasuk kliennya yang jatuh cinta terhadap tempat tinggal pohon karena keterekposan terhadap kehidupan alam bebas sejak kecil.

“Saya pergi ke hutan dan bahagia menaiki pepohonan sejak masih kecil. Memiliki tempat tinggal pohon seperti mengenang era kecil saya. Persis seperti banyak klien saya,” kata Feider.

Namun Anda tidak benar bila menduga tempat tinggal pohon tidak punya sarana senyaman tempat tinggal biasa.

“Rumah saya dilengkapi sofa dan toilet modern yang sanggup mengurai kotoran manusia,” kata Nina Sanderson, pemilik tempat tinggal pohon di kawasan Teluk San Francisco.

Tidak sedikit tempat tinggal pohon dibangun di kawasan perumahan biasa, atau sekadar perluasan dari tempat tinggal yang telah ada. Billy Haddad mengatakan, tempat tinggal pohon di halaman belakang rumahnya sengaja dibangun sebagai area tempat tamu menginap.

“Harga lahan di sini luar biasa mahal. Jadi saya punya inspirasi mengapa tidak membangun kamar tamu di atas pohon,” kata Hadad.

Banyak pemilik tempat tinggal pohon mengatakan, punya tempat tinggal yang menyatu dengan alam menyadarkan mereka bakal pentingnya melindungi lingkungan, termasuk pelihara kebersihan dan menghemat energi.

“Saya secara khusus menjadi lebih punya hubungan lebih erat dengan alam sejak tinggal di tempat tinggal pohon,” ujar Sanderson.

Membangun tempat tinggal pohon tidaklah murah. Menurut Dustin Feider, biaya membangun tempat tinggal pohon nyaris serupa dengan membangun tempat tinggal biasa di atas tanah. Tingginya biaya itu lebih karena desain tempat tinggal pohon yang umumnya unik dan rumit. [uh/ab]