Donasi Online – Di zaman yang serba online ini, semua transaksi dapat dilakukan melalui jaringan internet, begitu pula untuk berdonasi. Dulu, untuk melakukan donasi, Anda harus mendatangi langsung badan-badan penyalur dana donasi, sekarang donasi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui donasi online.

Namun, belakangan ini donasi via online dianggap kurang aman dengan adanya kasus Cak Budi yang dianggap menyalahgunakan uang donasi untuk kebutuhan pribadinya, walaupun dia belum 100% terbukti bersalah dan kasusnya belum dibawa ke ranah hukum. Namun, masyarakat menjadi khawatir akan keamanan donasi online.

Padahal, tidak semua penyedia donasi online demikian, banyak lembaga penghimpun dana donasi online yang kredibilitasnya sudah tidak perlu diragukan. Untuk itu, simak tips aman berikut agar lebih berhati-hati dalam donasi online.

  • Kenali Lembaga Donasi

Sebelum melakukan donasi secara online, ada baiknya Anda memeriksa terlebih dahulu kredibilitas dari lembaga donasi online yang dipilih. Hal ini dilakukan karena lembaga donasi online menjamur di Indonesia, membuat donatur awam bingung untuk memilihnya. Pilih lembaga donasi yang sudah memiliki reputasi baik di masyarakat. Cari tahu juga tentang rekam jejaknya.

Selain itu, Anda bisa melakukan riset di internet tentang lembaga donasi tersebut dengan membaca testimoni atau review orang yang sudah lebih dahulu melakukan donasi di lembaga tersebut. Semakin banyak review baiknya maka semakin terpercaya lembaga donasi tersebut.

Lihat juga dokumentasi dari kegiatan yang dilakukan. Lembaga donasi terpercaya umumnya mengekspos kegiatan mereka agar para donatur tahu bahwa uang mereka digunakan dengan benar salah satunya yaitu di mandiri mobile banking.

  • Perhatikan Rekening Penghimpun Donasi

Cek terlebih dahulu nama pemilik rekening penghimpun donasi, apakah atas nama pribadi atau lembaga. Dalam kasus Cak Budi, rekening penghimpun donasi atas nama istrinya sendiri. Inilah yang membuat polemik penerimaan dananya berkesan tidak transparan karena dana yang terkumpul dan disalurkan tidak pernah dilaporkan, hanya berupa jumlah donasi untuk satu orang, namun tidak ada laporan total penyaluran dananya.

Tidak hanya pada kasus Cak Budi, dalam beberapa kasus rekening penghimpun dana merupakan rekening mahasiswa. Selain itu, tidak disarankan juga untuk mengirimkan uang donasi ke lembaga yang belum dikenal via transfer bank atau perusahaan jasa pengiriman uang. Hal ini dilakukan karena metode ini tidak memberi jaminan yang semestinya (liability protection) kepada Anda saat terjadi penipuan.

  • Waspadai Email Ajakan Donasi Online

Biasanya ada saja email yang mengatasnamakan organisasi yang sedang menggalang dana untuk korban bencana alam atau pihak yang membutuhkan bantuan nyasar ke kotak masuk email Anda. Hal tersebut patut dicurigai kebenarannya, cek keaslian organisasi tersebut melalui internet.

Email yang dikirim biasanya mengandung hyperlink pada isinya, sebisa mungkin jangan mengklik hyperlink tersebut. Hal ini dilakukan karena Anda akan diarahkan ke sebuah website donasi online untuk memberikan donasi. Namun, perlu diketahui bahwa website tersebut palsu, biasanya mereka mereplika sebuah situs (scam) terkenal dan dibuat semirip mungkin agar korbannya terkecoh.